Pages

Sedikit Membahas tentang MBA

Huhh...
Tarik nafas dulu sebelum posting :)

Masih tertarik dan ingin menulis tentang MBA. Semakin kesini, semakin banyak orang yang melakukan pernikahan karena hamil duluan. Apa ya yang mereka pikirkan? Apa yang orang tuanya rasakan waktu tau anaknya hamil diluar nikah? Hmmmhh...sakit banget mungkin. Normalnya, orang tua pasti kecewa banget sama anaknya karena melakukan hal itu. Mungkin hatinya sakit kayak disilet atau mungkin sakitnya seperti terkena duri yang sangat tajam yang ga bisa disembuhin meskipun udah nyoba ikhlas. Inget pepatah "Jika kita menancapkan paku di dinding, bekas paku itu tidak akan hilang meskipun pakunya sudah dicabut". Kasihan sekali orang tua yang mempunyai anak seperti itu. Mulutnya emang maafin si anak, tapi gimana sama hatinya? Ga ada yang tau. Coba kita bayangin kalo kita ada di posisi orang tua kita, apa yang kita rasakan sewaktu anak kita memberi tau kalo dia sedang hamil (belum menikah).
Oiya...bukannya saya mencampuri urusan kalian (buat orang-orang yang ngerasa), tapi disini, saya hanya ingin menunjukkan sebagian kecil fenomena masyarakat sekarang, apalagi anak mudanya yang masih labil. Saya disini bukan sebagai pihak yang benar. Sekali lagi saya hanya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mungkin orang lain. Maaf kalo ada yang tersinggung atas postingan ini.
Wanita yang hamil karena perbuatan zina tidak boleh dinikahkan, baik dengan laki-laki yang menghamilinya atau pun dengan laki-laki lain kecuali bila memenuhi dua syarat, yaitu kedua 'pelaku' harus bertobat dan si wanita harus dalam keadaan kosong rahimnya (sumber : sini). Artinya, haram hukumnya bagi orang yang mengizinkan orang yang melakukan hal tersebut menikah sewaktu hamil, meskipun itu adalah orang tuanya sendiri. Dan apabila seorang laki-laki menikahi wanita yang sedang hamil hukumnya tidak sah (menurut pandangan Islam). Dan apabila mereka melakukan hal-hal yang selayaknya suami istri lakukan, maka mereka telah berzina.
Bayangin, kalo ada yang menikah sewaktu hamil dan mereka tinggal serumah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang normalnya suami istri lakukan, maka mereka telah berzina. Singkatnya setelah pernikahan 'haram' itu terjadi, si anak diluar nikah itu lahir dan kedua orang yang melakukan pernikahan itu tidak melakukan ijab qabul lagi di hadapan saksi dan lainnya, maka keduanya melakukan zina seumur hidupnya. Naudzubillah...
Banyak juga teman saya yang melakukan hal itu, mungkin untuk menutupi aibnya maka menikahlah dia. Meskipun dia mungkin tau tentang hal ini bahwa menikah sewaktu hamil itu dilarang. Tapi yang saya bingung, kenapa para penghulu yang ngerti agama itu tetap menikahkan mereka. Positive thinking: mungkin mereka ga tau kalo si perempuannya sedang hamil. Tapi apa penghulu itu tidak melihat tanda-tanda kehamilan dari perempuan tersebut? Saya aja yang bukan anak kesehatan, sedikit-sedikit tau tentang tanda-tanda perempuan yang sedang hamil, selain kakak saya seorang perawat yang tau tentang tanda-tanda itu, teman-teman saya pun banyak yang dari kesehatan. Jadi sedikit-sedikit saya tau tentang tanda-tanda itu. Asumsikan saja penghulu itu tidak tau :)
Banyak orang yang saya kenal melakukan hal itu. Bahkan bulan kemarin (November 2010), bulan yang menurut saya banyak orang menikah, mungkin bulan baik karena pasca Idul Adha, banyak yang melangsungkan pernikahannya. Ada beberapa yang hanya melangsungkan akadnya saja tanpa resepsi, ada pula yang merayakan pernikahannya itu. Sebagian dari mereka menikah karena hamil duluan (MBA), tapi mereka mengadakan resepsi pernikahannya, gimana rasanya ya? Positive thinking: mereka ingin berbagi kebahagiaan :)
Oiya...saya ingat. beberapa bulan yang lalu ada juga teman saya yang melangsungkan pernikahannya, sekitar 4-5 bulan yang lalu, tepatnya saya kurang tau. Dan sekitar 3 bulan setelah pernikahannya itu ada yang bertanya berapa bulan umur kehamilannya? Dia jawab udah mau 7 bulan. Weww...nikahnya baru 3 bulanan, hamilnya udah 7 bulan. Cepet banget ya (kelewat cepet). Positive thinking: keduanya subur banget banget banget dan amazing. hhahahahahahaha :DD

Sekarang bukan hanya di kota-kota besar saja yang mengalami hal itu bahkan di desa kecil pun tidak jarang selalu ada kejadian seperti itu. Mencoreng nama sendiri, mencoreng nama keluarga.
Mungkin bagi sebagian orang yang telah melakukan hal itu merasa bahwa saya yang menulis hal ini amat sangat sok tau banget tentang itu. Saya bukan sok tau, tapi saya ingin tau.
Ingatlah wajah orang-orang yang menyayangi kita di waktu kita melakukan kesalahan (apalagi hal diatas), ingatlah mereka, ingatlah keinginan mereka terhadap kita. Bagi saya, mereka adalah orang tua dan keluarga serta sodara-sodara saya. Mereka menginginkan saya menjadi 'orang', menjadi sukses, bisa membanggakan mereka. Betapa senang dan bangganya mereka ketika saya mendapatkan sesuatu yang lebih. Saya juga lebih bangga kepada mereka karena mereka selalu ada buat saya dan selalu memberi semangat serta motivasi buat saya. Bangga melihat mereka bangga dan saya akan selalu membanggakan mereka yang selalu menyayangi saya sebisa mungkin tanpa menyakiti mereka sedikitpun. Saya selalu mencoba untuk bisa lebih untuk saya dan untuk mereka tentunya.

Semoga saya bukan bagian dari orang-orang yang melakukan hal buruk tersebut. Amiiinn....
Lindungilah kami dari semua yang bisa merusak kami, baik merusak batin kami maupun lahir kami. Lindungilah kami dan maafkanlah semua kesalahan kami ya Allah. Amiiinn...

0 komentar:

Posting Komentar