Pages

SOE HOK GIE

Pernah nonton GIE? Hmmmhh...pasti ada salah satu yang udah nonton. Gimana pendapatnya? Bagus banget kan? Yaa...meskipun itu cuma dilihat dari 1 sisi doang, sisi subjektif. Tapi keren filmnya. Mungkin udah expired kale ya ngomongin film itu di taun 2010. Tapi aku suka nonton GIE. Udah berapa kali ditonton juga tetep aja suka.
Ga usah diceritain kale ya gimana sinopsisnya. Yang pasti hn suka sosok GIE yang berani tampil beda. Bukan karna dia nentang Soekarno. Cuma pemikirannya itu loh. Udah ga ada kale ya sosok GIE hari gini. Yang ga mandang uang sama jabatan doang.
Salut lah buat GIE. Dan salut juga buat orang-orang kayak GIE yang mau dibilang gila sama orang yang gila (u know what i mean?).
Quote-nya juga ga kalah bagus. Kata-katanya keren (menurut hn yang ga ngerti seni se). Coba cari di Paman Google ato Oom Yahoo. Hhihi...


Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
-soe hok gie-

0 komentar:

Posting Komentar